ksatriaalamaya.com
Satu lagi berita hasil copy paste, sebenarnya berita copy paste jarang ditemukan dipencarian google dan bisa dibilang duplikat, namun penulis mungkin merasa kurang ahli dibidang penulisan, dan agar tidak mengurangi maupun menambah isi berita maka haruslah persis, namun penulis tidak lupa mencatutkan sumber link berita.
berikut berita didapat:
KOTA-Warga pengungsi Syiah dari Desa Karang Gayam dan Desa Blu’uran menemui Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, kemarin (8/5). Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan status warga Syiah sebagai warga negara Indonesia yang mengaku tidak memiliki hak untuk bebas berkeyakinan. Warga pengungsi datang didampingi Kontras, YLBHU, dan ABI Jatim. Mereka juga menagih janji pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah terkait 8 poin penting yang menjadi kesepakatan bersama untuk melakukan dialog damai dan berkelanjutan yang hingga kini tak kunjung terealisasi.
Tidak hanya itu, mereka juga mempertanyakan bantuan logistik yang dihentikan pemkab dengan alasan anggaran habis. Sehingga, membuat warga Syiah merasa dikucilkan dan tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara korban SARA. Dengan membawa pamfl et dan karton berukuran satu meter bertuliskan ”Jangan kucilkan kami dan dengarkan suara kami”, Iklil Al Milal bersama warga Syiah lainnya menuju Kantor Gubernur Jatim pukul 13.30. ”Kami ingin sekali kembali ke kampung halaman.
Kami yakin tidak semua warga kampung membenci kami,” kata Iklil kemarin. Menurutnya, komunikasi antara warga Syiah di Lapangan Tenis Indoor dengan warga kampung sekitar berjalan baik. Namun, ada pihak-pihak tertentu yang masih mempermasalahkan keberadaannya. Sementara itu, tim pendamping, Kontras mendesak pemerintah mewujudkan resolusi konfl ik bukan pengusiran. Andi Irfan, koordinator Kontras Surabaya menilai, pemkab kurang serius menangani pengungsi Syiah, isu relokasi pengungsi dan penghentian bantuan logistik yang dilakukan pemerintah telah melanggar HAM.
Menurutnya, ada 5 tuntutan yang disampaikan kepada gubernur. Di antaranya, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan khusus untuk menjamin adanya anggaran yang cukup untuk kebutuhan pengungsi di GOR Sampang dan pemkab juga dituntut mensosialisasikan hak-hak minoritas warga Syiah di Sampang. Selain itu, pemerintah juga harus bersikap adil dengan tidak tunduk pada desakan tokoh agama yang menyerukan syiar kebencian terhadap pengungsi Syiah. Pemkab juga harus menghentikan segala bentuk aktivitas individu yang mengancam dan mengintimidasi warga Syiah. ”Termasuk pemaksaan untuk keluar dari ajaran dan keyakinannya,” ujarnya. (radar)
Sumber: http://www.maduraterkini.info/berita-sampang/warga-syiah-temui-gubernur.html
Satu lagi berita hasil copy paste, sebenarnya berita copy paste jarang ditemukan dipencarian google dan bisa dibilang duplikat, namun penulis mungkin merasa kurang ahli dibidang penulisan, dan agar tidak mengurangi maupun menambah isi berita maka haruslah persis, namun penulis tidak lupa mencatutkan sumber link berita.
berikut berita didapat:
KOTA-Warga pengungsi Syiah dari Desa Karang Gayam dan Desa Blu’uran menemui Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, kemarin (8/5). Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan status warga Syiah sebagai warga negara Indonesia yang mengaku tidak memiliki hak untuk bebas berkeyakinan. Warga pengungsi datang didampingi Kontras, YLBHU, dan ABI Jatim. Mereka juga menagih janji pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah terkait 8 poin penting yang menjadi kesepakatan bersama untuk melakukan dialog damai dan berkelanjutan yang hingga kini tak kunjung terealisasi.
Tidak hanya itu, mereka juga mempertanyakan bantuan logistik yang dihentikan pemkab dengan alasan anggaran habis. Sehingga, membuat warga Syiah merasa dikucilkan dan tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara korban SARA. Dengan membawa pamfl et dan karton berukuran satu meter bertuliskan ”Jangan kucilkan kami dan dengarkan suara kami”, Iklil Al Milal bersama warga Syiah lainnya menuju Kantor Gubernur Jatim pukul 13.30. ”Kami ingin sekali kembali ke kampung halaman.
Kami yakin tidak semua warga kampung membenci kami,” kata Iklil kemarin. Menurutnya, komunikasi antara warga Syiah di Lapangan Tenis Indoor dengan warga kampung sekitar berjalan baik. Namun, ada pihak-pihak tertentu yang masih mempermasalahkan keberadaannya. Sementara itu, tim pendamping, Kontras mendesak pemerintah mewujudkan resolusi konfl ik bukan pengusiran. Andi Irfan, koordinator Kontras Surabaya menilai, pemkab kurang serius menangani pengungsi Syiah, isu relokasi pengungsi dan penghentian bantuan logistik yang dilakukan pemerintah telah melanggar HAM.
Menurutnya, ada 5 tuntutan yang disampaikan kepada gubernur. Di antaranya, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan khusus untuk menjamin adanya anggaran yang cukup untuk kebutuhan pengungsi di GOR Sampang dan pemkab juga dituntut mensosialisasikan hak-hak minoritas warga Syiah di Sampang. Selain itu, pemerintah juga harus bersikap adil dengan tidak tunduk pada desakan tokoh agama yang menyerukan syiar kebencian terhadap pengungsi Syiah. Pemkab juga harus menghentikan segala bentuk aktivitas individu yang mengancam dan mengintimidasi warga Syiah. ”Termasuk pemaksaan untuk keluar dari ajaran dan keyakinannya,” ujarnya. (radar)
Sumber: http://www.maduraterkini.info/berita-sampang/warga-syiah-temui-gubernur.html
0 komentar "Satu Lagi Berita Pengungsi Syiah Ahlulbaith Sampang", Baca atau Masukkan Komentar
Posting Komentar